IMG_20261021_190428
Semangat Disiplin Dan Kreativitas Dalam Latihan Drumband Satya Nada Al-Itqas

 

Halaman SD ITQ As Syafi’iyah pada siang itu tampak lebih hidup dari biasanya. Di bawah terik matahari yang cerah dan rindangnya pepohonan, puluhan siswa-siswi berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan latihan drumband. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan bakat, minat, dan karakter disiplin siswa yang rutin dilaksanakan setiap minggunya.

Latihan kali ini berfokus pada pematangan formasi dan kekompakan nada. Terlihat siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan alat musiknya masing-masing. Ada kelompok pemain pianika atau melodion yang menjadi melodi utama, kelompok pemain snare drum dan bass drum yang menjaga ritme, serta kelompok colour guard atau pembawa bendera yang menambah keindahan visual gerakan barisan.

Semua peserta tampil kompak dengan seragam kebanggaan, yaitu atasan putih dengan aksen biru kotak-kotak dan bawahan biru. Para siswa laki-laki mengenakan peci hitam, sedangkan siswi perempuan mengenakan hijab putih dan merah yang rapi. Kerapian ini bukan sekadar penampilan, tetapi juga melatih kesadaran akan identitas dan kebersamaan sebagai satu tim Drumband Satya Nada Al-Itqas.

Proses latihan dipandu langsung oleh pelatih dengan penuh kesabaran. Dalam salah satu foto terlihat pelatih memberikan arahan formasi, memastikan setiap anak berdiri pada posisi yang tepat dan mengikuti aba-aba. Latihan formasi ini sangat penting untuk melatih konsentrasi, kesabaran, dan kemampuan siswa dalam bekerja sama mendengarkan instruksi.

Kekompakan menjadi kunci utama yang terlihat jelas. Saat aba-aba diberikan, barisan pianika melangkah serentak sambil memainkan nada, diiringi hentakan bass drum merek Julang yang menggelegar dan penuh semangat. Langkah kaki yang diatur sedemikian rupa di atas paving halaman sekolah yang tertata rapi menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar musik, tetapi juga belajar kedisiplinan gerak.

Tidak kalah menarik adalah penampilan tim colour guard. Dengan bendera-bendera besar berwarna cerah perpaduan merah, kuning, biru, dan putih, para siswi mengibarkan bendera dengan gerakan yang anggun dan penuh energi. Kibasan bendera yang tertiup angin menambah kemeriahan suasana latihan, sekaligus melatih motorik, keberanian, dan rasa percaya diri siswa untuk tampil di depan umum.

Lokasi latihan yang berada di area terbuka sekolah yang asri, dikelilingi pohon rindang dan bangunan sekolah berwarna kuning yang cerah, memberikan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Bendera Merah Putih yang berkibar di tengah lapangan turut menumbuhkan rasa nasionalisme, mengingatkan bahwa drumband adalah salah satu wujud cinta tanah air melalui seni dan kedisiplinan.

Lebih dari sekadar kegiatan musik, kegiatan latihan drumband adalah media pendidikan karakter. Di sini anak-anak belajar tentang tanggung jawab terhadap alatnya masing-masing, belajar menghargai waktu, belajar menahan diri untuk tidak bermain sendiri, dan belajar bahwa sebuah penampilan yang indah hanya bisa tercipta jika semua orang bekerja sama. Tidak ada pemain yang lebih hebat, semua saling melengkapi.

Diharapkan melalui latihan rutin ini, Drumband Satya Nada Al-Itqas SD ITQ As Syafi’iyah tidak hanya siap untuk tampil dalam upacara atau menyambut acara besar sekolah, tetapi juga mampu mengukir prestasi di luar sekolah. Semoga semangat, kekompakan, dan keceriaan yang terpancar dalam latihan ini terus terjaga, membentuk generasi As Syafi’iyah yang cerdas, disiplin, dan berakhlak mulia.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait