ChatGPT-Image-Aug-8-2026-01_19_58-PM-1
SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Gelar Bincang Buku untuk Menumbuhkan Semangat Literasi Peserta Didik

SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Gelar Bincang Buku untuk Menumbuhkan Semangat Literasi Peserta Didik

Jumat, 7 Agustus 2026 menjadi momen istimewa bagi Tim Literasi SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah. Pada hari tersebut, Tim Literasi menggelar kegiatan Fun with Literacy yang melibatkan seluruh peserta didik, ustaz, dan ustazah. Kegiatan ini dikemas dengan berbagai aktivitas menyenangkan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap literasi. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari agenda tersebut adalah Bincang Buku, yang diperuntukkan bagi peserta didik kelas 4 hingga kelas 6.

Bincang Buku menjadi salah satu upaya sekolah untuk menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berbagi dan menyampaikan pemikirannya. Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk memahami isi bacaan, mengungkapkan kembali informasi yang diperoleh, serta membangun rasa percaya diri ketika berbicara di hadapan teman-temannya. Ke depannya, Bincang Buku diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu membangun budaya membaca sekaligus mengembangkan kemampuan bernalar kritis peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta didik diminta membawa buku bacaan, baik fiksi maupun nonfiksi. Buku yang digunakan dapat berasal dari koleksi pribadi, pojok baca kelas, maupun buku yang dipinjam dari perpustakaan sekolah. Peserta didik kemudian duduk membentuk lingkaran bersama kelompok kelas masing-masing dengan kelompok laki-laki dan perempuan yang dipisahkan. Kegiatan diawali dengan Tepuk Literasi untuk membangun semangat dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Setelah itu, peserta didik diberikan waktu selama tujuh menit untuk membaca secara mandiri dan tenang.

Selama kegiatan membaca berlangsung, peserta didik tampak serius dan antusias menyelami bacaan masing-masing. Ada yang menikmati alur cerita dalam buku fiksi, ada pula yang menemukan berbagai informasi baru melalui buku nonfiksi. Setelah waktu membaca selesai, moderator memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk secara sukarela maju dan menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya. Enam peserta didik dengan berani mengambil kesempatan tersebut untuk menyampaikan pemikiran dan pengalaman membaca mereka di hadapan teman-teman.

Keberanian tersebut menjadi hal yang patut diapresiasi. Bagi sebagian peserta didik, berbicara di depan teman-teman tentu membutuhkan rasa percaya diri dan keberanian. Melalui Bincang Buku, mereka diberikan ruang untuk berlatih menyampaikan gagasan dengan bahasa mereka sendiri. Hal ini menjadi salah satu langkah sederhana dalam menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan bernalar kritis. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka, moderator memberikan hadiah berupa snack kepada peserta didik yang berani berbagi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pesan agar peserta didik senantiasa menjaga semangat membaca dan menjadikan buku sebagai teman dalam belajar.

Sebagai kegiatan perdana pada tahun ajaran baru, Bincang Buku mendapat sambutan yang positif dari peserta didik. Antusiasme mereka terlihat dari semangat saat mengikuti rangkaian kegiatan hingga keberanian untuk berbagi di depan teman-temannya. Salah satu peserta didik, Ravindra, siswa kelas 4 Al-Furqon, mengungkapkan bahwa kegiatan Fun with Literacy terasa menyenangkan karena ia dapat membaca bersama teman-temannya sekaligus memperoleh pengetahuan baru. “Kegiatan Fun with Literacy seru karena saya bisa membaca buku bersama teman yang lain dan memiliki pengetahuan baru,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Tim Literasi SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah berharap Bincang Buku dapat dilaksanakan secara konsisten, yaitu setiap dua minggu sekali. Lebih dari sekadar membangun kebiasaan membaca, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk tumbuh sebagai generasi yang literat, mampu bernalar kritis, percaya diri, berani berkarya, serta tetap mengedepankan akhlakul karimah. Dengan semangat membaca dan berbagi, setiap buku yang dibaca diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang berwawasan, berkarakter, dan siap memberikan manfaat bagi sesama.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait