1001023989-1
Merangkai Kata, Mengembangkan Kreativitas Literasi melalui Cerita Cekak

 

Dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa dan budaya Jawa, sekolah melaksanakan kegiatan latihan cerita cekak (cerkak) berbahasa Jawasebagai salah satu bentuk persiapan menghadapi lomba Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan ini diikuti oleh kandidat peserta yang telah terpilih untuk mewakili sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta didik mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan dalam merangkai kata, mengembangkan ide, dan menuangkannya menjadi sebuah cerita yang menarik menggunakan bahasa Jawa.

Dalam latihan ini, peserta didik tidak hanya belajar meneruskan cerita berdasarkan bagian awal atau cerita pemantik yang telah disediakan, tetapi juga dilatih untuk berimajinasi dalam mengembangkan bagian tengah hingga akhir cerita. Selain itu, peserta didik belajar memilih kosakata bahasa Jawa yang tepat, menyusun kalimat secara runtut, menentukan tokoh dan latar, serta mengembangkan alur cerita agar menjadi sebuah cerita yang utuh dan menarik.

Penggunaan bahasa Jawa dalam lomba ini menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan sekaligus melestarikan bahasa daerah kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman, peserta didik perlu diberikan kesempatan untuk mengenal bahasa dan budaya daerah melalui kegiatan literasi dan latihan menulis kreatif.

Proses latihan dilakukan secara bertahap. Peserta didik diajak menemukan dan mengembangkan ide cerita berdasarkan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Selanjutnya, ide tersebut dikembangkan menjadi sebuah cerita cekak yang memiliki alur dan pesan yang jelas. Guru memberikan arahan dan pendampingan, baik dalam penggunaan kosakata dan unggah-ungguh bahasa Jawa, pengembangan cerita, maupun penyusunan alur agar cerita dapat tersampaikan dengan baik.

Lebih dari sekadar persiapan lomba, kegiatan ini menjadi pengalaman literasi yang bermakna bagi peserta didik. Mereka belajar bahwa bahasa Jawa bukan hanya bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk berkarya, bercerita, berimajinasi, dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Melalui latihan menulis cerita cekak berbahasa Jawa, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan literasi yang baik, tetapi juga berani berkarya serta bangga menggunakan dan melestarikan bahasa daerah. Dari kata-kata yang dirangkai, tumbuh kreativitas; dari sebuah cerita, tumbuh kecintaan terhadap bahasa dan budaya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait