387103
Merajut Doa, Menguatkan Ikhtiar Menuju MAPSI

*SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah*

Tujuh hari menjelang pelaksanaan *Lomba MAPSI Kecamatan Mungkid*, seluruh warga SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah menyatukan langkah dalam sebuah ikhtiar sederhana namun penuh makna. Seusai salat Dhuha, murid dan guru bersama-sama mengikuti doa bersama untuk memohon kelancaran, kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap proses persiapan.

Suasana penuh khidmat sekaligus hangat terasa dalam kegiatan tersebut. Seluruh murid dan guru mengikuti doa dengan penuh antusias. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap latihan dan persiapan, selalu ada doa yang mengiringi setiap langkah.

Bagi para peserta MAPSI, tujuh hari menjelang perlombaan menjadi waktu untuk semakin memantapkan persiapan. Semangat berlatih terus dijaga, rasa percaya diri dikuatkan, dan kebersamaan menjadi penyemangat untuk memberikan yang terbaik.

Doa bersama setelah Dhuha juga menjadi bentuk dukungan seluruh warga sekolah kepada ananda yang akan berjuang membawa nama SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah. Tidak hanya peserta, seluruh murid dan guru turut menjadi bagian dari perjalanan menuju Lomba MAPSI Kecamatan Mungkid.

Merajut doa, menguatkan ikhtiar, dan melangkah dengan penuh semangat. Semoga setiap usaha yang telah dilakukan mendapatkan kemudahan dan keberkahan dari Allah Swt. Apa pun hasilnya nanti, semoga pengalaman ini menjadi bagian indah dari proses belajar, bertumbuh, dan mengukir cerita bersama.

Bismillah, H-7 menuju MAPSI Kecamatan Mungkid.

Terus berlatih, terus berdoa, dan terus semangat memberikan yang terbaik!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait