Menorehkan Prestasi, Menebar Inspirasi: Kafilah SD ITQ As-Syafi’iyah Gemilang di MAPSI 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi hari yang membanggakan bagi keluarga besar SD ITQ As-Syafi’iyah. Pada hari tersebut, kafilah SD ITQ As-Syafi’iyah mengikuti ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SD Kecamatan Mungkid.
MAPSI merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan sekaligus mengukur kemampuan, pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) serta seni Islami. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKG PAI dan Dinas Pendidikan ini juga menjadi salah satu sarana untuk menemukan dan mengembangkan generasi yang mencintai Al-Qur’an serta memiliki kemampuan dalam berbagai bidang seni Islami.
Alhamdulillah, dengan semangat, kekompakan, kerja keras, dan iringan doa dari para asatidz serta orang tua, kafilah SD ITQ As-Syafi’iyah berhasil membawa pulang sederet prestasi yang membanggakan.
Kebanggaan terbesar datang dari Tim Rebana SD ITQ As-Syafi’iyah. Dengan kekompakan, tabuhan yang harmonis, dan vokal yang merdu, tim yang beranggotakan Kenzie, Luthfan, Ray, Fanda, Raina, Nabila, Kevin, Fikra, Alan, Angga, dan Joko berhasil meraih Juara 1 Rebana. Prestasi ini menjadi buah dari latihan panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan, bahkan setelah jam sekolah berakhir. Setiap latihan, rasa lelah, dan perjuangan yang dilalui akhirnya terbayar dengan sebuah pencapaian yang membanggakan.
Di kategori putra, prestasi Juara 1 juga berhasil diraih dalam beberapa cabang lomba. Muhammad Dzaky Al-Fatih berhasil menjadi Juara 1 Khot PA melalui tulisan Arab yang indah dan rapi. Tsaqif Ishaq Athafariz Abdullah meraih Juara 1 Sholat PA, sementara Bintang Devano berhasil meraih Juara 1 Adzan dengan lantunan adzan yang lantang dan merdu.
Tidak kalah membanggakan, para peserta putri juga berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Maya Ainun Mahya meraih Juara 1 Sholat PI dengan bacaan dan gerakan yang tertib dan penuh kekhusyukan. Sementara itu, Adzkia Sa’diya Sanum berhasil meraih Juara 1 Kaligrafi PI dengan goresan seni yang memukau.
Prestasi juga berlanjut pada posisi Juara 2. Nakeisha Nuria Hasanah berhasil meraih Juara 2 LCC PI berkat kecerdasan dan ketangkasannya dalam menjawab soal. Duet religi yang dibawakan oleh Muhammad Arkana Rashya Al Khawarizmi dan Aira Syifa Khairina juga berhasil meraih Juara 2 dengan penampilan yang harmonis. Dua prestasi lainnya dipersembahkan oleh Durrotun Nuwaira sebagai Juara 2 Khot PI dan Aimar Sakha Al Haq sebagai Juara 2 Khifdzil Qur’an PA.
Tidak berhenti sampai di sana, Najandra Arman Paresadi berhasil meraih Juara 3 Khitobah PA dengan penampilan yang penuh percaya diri. Ghazia Abidah juga berhasil meraih Juara 3 Khifdzil Qur’an PI dengan hafalan yang lancar dan tajwid yang baik. Keduanya menunjukkan keberanian dan mental juara saat tampil di hadapan dewan juri.
Pada kategori juara harapan, Raisha Raina Rachman meraih Juara Harapan 1 Tiki PI, Ibrahim Abid Pranaja meraih Juara Harapan 1 LCC PA, Alkhalifie Reshna Arifin meraih Juara Harapan 3 Kaligrafi PA, dan Muhammad Askar Setiyawan meraih Juara Harapan 3 Tilawah PA. Seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari ikhtiar, latihan, dan keberanian untuk memberikan yang terbaik.
Namun, di balik deretan piala yang berhasil dibawa pulang, ada kisah perjuangan lain yang tidak kalah berharga. Apresiasi dan pelukan bangga juga layak diberikan kepada Hibby Fadhila, Alindya Sakanti, Lukman Nur Hakim, Muhammad Aezul Haq, Ghaisan Ahmad Al Tamis, dan Alula Dewina Gavaputri yang tahun ini belum berkesempatan membawa pulang piala.
Sebab, kemenangan tidak selalu berbentuk piala. Keberanian untuk mencoba, kesabaran dalam berlatih, dan kemauan untuk terus berjuang merupakan kemenangan yang sesungguhnya. Mereka telah berani tampil, menghadapi rasa gugup, dan memberikan kemampuan terbaiknya. Perjalanan mereka tidak berhenti di MAPSI tahun ini. Masih banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menorehkan prestasi pada kesempatan berikutnya.
Rangkaian prestasi ini tentu tidak lahir dari perjuangan para siswa seorang diri. Ada doa, bimbingan, waktu, tenaga, dan dukungan dari para asatidz, pelatih, wali murid, serta seluruh keluarga besar SD ITQ As-Syafi’iyah yang senantiasa membersamai perjuangan para peserta.
Terima kasih atas setiap doa dan dukungan yang telah diberikan. Semoga capaian dalam MAPSI 2026 tidak hanya menjadi deretan piala di lemari sekolah, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat untuk terus belajar.
Selamat kepada seluruh kafilah MAPSI SD ITQ As-Syafi’iyah! Teruslah mencintai Al-Qur’an, berkarya dengan penuh semangat, dan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Karena prestasi boleh menjadi tujuan, tetapi perjuangan dan proseslah yang membentuk seorang juara.
