6D750B51-4853-4ADA-AD9C-BFFE72E69B74
Menorehkan Keindahan Kalamullah

Muhammad Dzaky Al-Fatih Bersiap di Lomba MAPSI Cabang Khot Al-Qur’an
Dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti Lomba MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) cabang Khot Al-Qur’an, Muhammad Dzaky Al-Fatih mengikuti latihan dengan penuh semangat dan ketekunan.
Cabang Seni Khot Al-Qur’an merupakan salah satu bidang yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, keterampilan, dan keindahan dalam menulis ayat-ayat Al-Qur’an. Pada lomba ini, peserta akan menulis Surah An-Nas ayat 1–6 menggunakan khat naskhi, diawali dengan tulisan ta’awudz dan basmalah, serta diakhiri dengan tasdiqah. Peserta juga mengerjakan terjemah Surah An-Nas dalam bahasa Indonesia menggunakan huruf latin tegak bersambung dan terjemah bahasa Jawa menggunakan huruf Arab Pegon.

Berlatih dengan Teliti dan Sabar
Dalam setiap latihan, Muhammad Dzaky Al-Fatih terus mengasah kemampuan menulis huruf Arab agar semakin rapi, proporsional, indah, dan sesuai kaidah khat naskhi. Ketelitian menjadi hal penting karena setiap goresan pena membutuhkan konsentrasi dan kesabaran.
Selain kemampuan menulis, latihan juga menjadi kesempatan bagi Dzaky untuk belajar mengatur waktu. Sesuai ketentuan lomba, waktu pengerjaan maksimal adalah 3 jam atau 180 menit, dengan media kertas berukuran 40 × 60 cm yang disediakan oleh panitia.
Latihan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri Dzaky sebelum menghadapi perlombaan.

Setiap Goresan adalah Pembelajaran
Perjalanan menuju perlombaan bukan hanya tentang meraih juara. Lebih dari itu, proses latihan mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Semoga Muhammad Dzaky Al-Fatih senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, dan ketenangan dalam setiap proses latihan hingga pelaksanaan Lomba MAPSI cabang Khot Al-Qur’an.
Terus berlatih, terus berkarya, dan terus menorehkan keindahan melalui kalamullah.
Bismillah, semoga setiap goresan menjadi amal dan membawa keberkahan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait