Meningkatkan Hafalan, Menumbuhkan Budaya Literasi Al-Qur’an
SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah terus berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan target hafalan surat yang diterapkan secara disiplin dan terstruktur.
Kebijakan ini bukan sekadar menambah jumlah hafalan, melainkan menjadi upaya nyata dalam melatih peserta didik agar terbiasa membaca, menyimak, memahami, dan mengulang bacaan Al-Qur’an secara konsisten. Setiap capaian hafalan diperoleh melalui proses murojaah yang rutin, setoran hafalan yang terjadwal, serta pendampingan intensif dari para guru.
Dalam dunia pendidikan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengolah makna, serta membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, literasi Al-Qur’an menjadi bagian penting yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah.
Melalui program peningkatan hafalan surat, peserta didik dilatih untuk:
* Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.
* Menyimak bacaan guru maupun teman dengan penuh konsentrasi.
* Mengingat dan mengulang informasi melalui kegiatan murojaah secara berkelanjutan.
* Menumbuhkan kemampuan memahami isi dan pesan dari surat-surat yang dihafalkan.
* Membentuk karakter disiplin, tekun, sabar, dan bertanggung jawab terhadap target yang telah ditetapkan.
Penerapan target hafalan yang lebih ketat juga bertujuan membangun **budaya literasi yang positif**. Setiap hari peserta didik berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui kegiatan membaca, menyimak, menghafal, dan mengulang bacaan. Aktivitas tersebut melatih daya konsentrasi, memperkuat memori, serta meningkatkan kemampuan berbahasa yang menjadi fondasi penting dalam perkembangan literasi.
Sekolah meyakini bahwa kebiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an secara rutin akan membentuk generasi yang gemar belajar, memiliki daya pikir yang baik, serta berakhlak mulia. Ketika budaya literasi tumbuh dari Al-Qur’an, peserta didik tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga ikhtiar ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang cinta literasi, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan ilmu dan akhlak yang kokoh.
