F70D07C7-68B3-40C0-83BC-654C1633D2D9
Menggores Warna, Menumbuhkan Kreativitas: Ekstrakurikuler Melukis SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah

SD Islam Tahfidz Qur’an As syafi’iyah memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi siswa. Salah satunya adalah ekstrakurikuler melukis, yang menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas dan imajinasi melalui karya seni.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal berbagai bentuk, warna, serta teknik melukis sederhana. Dengan suasana yang menyenangkan, siswa dapat menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam gambar sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Melukis bukan hanya kegiatan menggambar dan mewarnai, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih konsentrasi, ketelitian, kesabaran, dan kepercayaan diri. Siswa belajar menyelesaikan karya dengan tekun serta berani menunjukkan hasil karyanya.

Setiap siswa memiliki gaya dan kreativitas yang berbeda. Karena itu, melalui kegiatan ini siswa diberikan kesempatan untuk berekspresi tanpa takut salah. Guru memberikan arahan dan apresiasi sehingga siswa semakin termotivasi untuk terus mencoba dan menghasilkan karya yang lebih baik.

Kegiatan ekstrakurikuler melukis diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membantu siswa menemukan dan mengembangkan bakatnya sejak dini.

Melalui setiap goresan dan warna, siswa SD Islam Tahfidz Qur’an As syafi’iyah belajar untuk berimajinasi, berkreasi, dan percaya diri dalam berkarya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait