IMG-20261014-WA0047-1
Menggema dalam Irama, Menguat dalam Doa: Ikhtiar Kontingen MAPSI Menuju Prestasi

Menggema dalam Irama, Menguat dalam Doa: Ikhtiar Kontingen MAPSI Menuju Prestasi

 

Rabu, 14 Oktober 2026, suasana SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah tampak berbeda dari biasanya. Kontingen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) cabang rebana melaksanakan latihan di hadapan peserta didik kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum menghadapi perlombaan MAPSI tingkat Kabupaten Magelang yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026. Melalui latihan tersebut, para peserta diharapkan semakin siap menampilkan kemampuan terbaik mereka.

 

 

Latihan di hadapan teman-teman sekolah bukan sekadar kesempatan untuk mengulang penampilan, melainkan juga menjadi sarana melatih keberanian dan membangun rasa percaya diri. Dukungan dari peserta didik yang menyaksikan latihan turut memberikan semangat bagi para anggota kontingen. Dengan persiapan yang matang, kekompakan, dan keyakinan terhadap kemampuan diri, tim rebana SD ITQ As-Syafi’iyah diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik serta membawa nama baik sekolah di tingkat kabupaten.

 

 

Pada hari yang sama, Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Mungkid menyelenggarakan kegiatan doa bersama bagi seluruh kontingen MAPSI yang akan mengikuti perlombaan tingkat Kabupaten Magelang. Kegiatan ini menjadi momen untuk memanjatkan doa, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan optimisme di antara para peserta serta guru pendamping. Seluruh kontingen diharapkan dapat mengikuti perlombaan dengan lancar, memperoleh hasil terbaik, dan melanjutkan perjuangan hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 

Rangkaian kegiatan doa bersama diawali dengan penyampaian ucapan selamat atas keberhasilan para peserta yang telah meraih juara pertama pada perlombaan tingkat kecamatan. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas usaha, latihan, dan kerja keras yang telah dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penyemangat bagi seluruh kontingen agar terus berusaha memberikan hasil terbaik. Prestasi yang telah diraih di tingkat kecamatan diharapkan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya.

 

 

Suasana kegiatan semakin meriah dengan penampilan sejumlah peserta yang akan berlomba di tingkat kabupaten. Beberapa di antaranya menampilkan cerita Islami, pidato, dan tilawah Al-Qur’an. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melatih kesiapan mental sebelum menghadapi perlombaan. Setiap penampilan mencerminkan semangat belajar, keberanian untuk tampil, serta kesungguhan dalam mengembangkan potensi di bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami.

 

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemberian motivasi kepada seluruh kontingen. Doa dipanjatkan agar setiap peserta diberikan kesehatan, kelancaran, ketenangan, serta kemudahan selama mengikuti perlombaan. Para peserta juga diharapkan mampu menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, dan menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri. Dukungan dari guru pendamping dan seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam mengiringi perjuangan para peserta menuju ajang kompetisi tingkat kabupaten.

 

 

Melalui persiapan dan doa bersama ini, kontingen MAPSI Kecamatan Mungkid diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus mengulang keberhasilan menjadi juara umum seperti pada tahun 2025. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, keikutsertaan dalam MAPSI menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam, mengembangkan bakat, serta membangun karakter peserta didik yang percaya diri dan berakhlak mulia. Semoga seluruh kontingen diberikan kemudahan dalam berjuang, meraih hasil terbaik, dan membawa kebanggaan bagi sekolah serta Kecamatan Mungkid hingga ke tingkat provinsi.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait