Jumat, 2 Oktober 2026, suasana kelas 6 Al-A’la tampak berbeda. Para murid bekerja sama menyelesaikan majalah dinding (mading) yang telah mereka rancang beberapa hari sebelumnya. Dengan semangat dan pembagian tugas, mereka mulai menata berbagai bahan yang telah dipersiapkan hingga menjadi sebuah mading kelas yang menarik dan penuh pesan positif.
Mading tersebut mengusung tema “Meraih Cita-Cita dengan Belajar”. Tema ini dipilih untuk mengingatkan para murid bahwa cita-cita tidak cukup hanya dibayangkan, tetapi perlu diiringi dengan usaha dan kemauan untuk terus belajar. Melalui mading ini, murid diajak memahami bahwa setiap langkah kecil dalam belajar dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk meraih impian.
Menariknya, para murid juga menuangkan cita-cita mereka dalam sebuah tulisan yang dihias secara kreatif. Mereka menuliskan berbagai impian yang ingin diraih di masa depan, kemudian menghias tulisan tersebut agar semakin menarik ketika dipajang di mading. Karya ini menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki impian dan harapan yang berbeda. Dari sebuah tulisan sederhana, mereka belajar untuk mengenali dan berani menyampaikan cita-cita yang ingin diwujudkan.
Dalam proses pembuatannya, murid kelas 6 Al-A’la saling bekerja sama. Ada yang menyiapkan tulisan, menghias bagian mading, menata gambar, hingga memastikan setiap informasi tersusun dengan rapi. Dengan pendampingan dari wali kelas, mereka belajar bahwa sebuah karya dapat terselesaikan dengan baik ketika setiap anggota mau berkontribusi dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Mading kelas 6 Al-A’la tidak hanya berisi hiasan, tetapi juga menyajikan berbagai informasi yang dapat menambah semangat belajar. Di dalamnya terdapat beberapa bagian, seperti tokoh inspiratif, tips belajar, motivasi belajar, serta tulisan tentang cita-cita para murid. Berbagai informasi tersebut disusun agar dapat dibaca dan dinikmati oleh warga sekolah sekaligus menjadi pengingat bahwa belajar merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.
Kehadiran mading menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya membaca informasi, tetapi juga belajar mencari ide, mengolah informasi, menulis, bekerja sama, mengekspresikan kreativitas, serta menyampaikan gagasan melalui sebuah karya. Dengan demikian, literasi hadir bukan hanya dalam bentuk kegiatan membaca buku, tetapi juga melalui proses kreatif yang dekat dengan kehidupan murid.
Pembuatan mading merupakan salah satu program bulanan Tim Literasi SD ITQ As-Syafi’iyah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi setiap kelas untuk menuangkan kreativitas sekaligus membangun kebiasaan berliterasi. Mading kelas 6 Al-A’la menjadi salah satu contoh bahwa membaca, menulis, berpikir, dan berkarya dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Semoga cita-cita yang mereka tuliskan hari ini tidak berhenti sebagai tulisan di dinding kelas, tetapi menjadi doa dan motivasi untuk terus belajar, berusaha, dan melangkah menuju masa depan yang mereka impikan.
