IMG-20261017-WA0053-1
Dari Ketekunan Menuju Juara: Kisah Inspiratif Tsaqif Ishaq Athafariz Abdullah

Dari Ketekunan Menuju Juara: Kisah Inspiratif Tsaqif Ishaq Athafariz Abdullah

 

Kamis, 15 Oktober 2026, kabar gembira kembali menyelimuti keluarga besar SD ITQ As-Syafi’iyah. Salah satu peserta didiknya berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kabupaten Magelang. Ia adalah Tsaqif Ishaq Athafariz Abdullah, siswa kelas II yang masih berusia tujuh tahun dan berhasil meraih juara I cabang lomba wudu dan salat putra. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus membuktikan bahwa usia belia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi melalui ketekunan, kerja keras, dan doa.

 

Sejak mengikuti seleksi, Tsaqif telah menunjukkan potensi yang menjanjikan. Potensi tersebut terus berkembang melalui latihan yang terarah dan kemauan untuk belajar. Di bawah bimbingan ustazah di sekolah, Tsaqif menjalani persiapan dengan penuh kesungguhan. Setiap masukan, kritik, dan saran diterimanya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kesalahan selama latihan tidak dijadikannya alasan untuk menyerah, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuannya.

 

Perjalanan Tsaqif menuju podium juara tidak terlepas dari peran keluarga. Ayahnya, Rudi Hermawan, dan bundanya, Rizka Hidayati, senantiasa memberikan dukungan, motivasi, serta pendampingan selama ia berlatih di rumah. Sinergi antara bimbingan guru di sekolah dan perhatian orang tua di rumah menjadi bagian penting dalam perkembangan Tsaqif. Dukungan tersebut bukan hanya membantu mengasah keterampilannya, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk terus berusaha memberikan yang terbaik.

 

Meski demikian, perjalanan meraih prestasi bukanlah proses yang selalu mudah. Jadwal latihan yang padat dan berbagai kesalahan yang masih perlu diperbaiki terkadang membuat Tsaqif merasa lelah dan kehilangan semangat. Sebagai anak yang masih berusia tujuh tahun, ia pun masih belajar mengelola emosi ketika menghadapi kesulitan. Untuk membangkitkan kembali semangatnya, orang tua dan ustazah pendamping memberikan motivasi serta apresiasi sederhana atas setiap kemajuan yang dicapainya. Dukungan tersebut membantu Tsaqif kembali bersemangat dan berani mencoba memperbaiki kesalahan.

 

Tantangan lain muncul ketika beberapa hari menjelang perlombaan, suara Tsaqif mulai serak. Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi keluarga dan para ustaz serta ustazah yang mendampinginya. Dengan dukungan dan perhatian bersama, mereka berupaya menjaga kondisi Tsaqif agar tetap nyaman menjelang perlombaan. Berbagai upaya perawatan rumahan pun dilakukan, termasuk memberikan minuman hangat dan air lemon hangat. Seiring waktu, kondisi suaranya berangsur membaik. Pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan yang mengajarkan Tsaqif tentang kesabaran, ketekunan, dan pentingnya menjaga kesehatan di tengah persiapan meraih prestasi.

 

Selain berikhtiar melalui latihan, Tsaqif dan keluarganya juga berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui pembiasaan ibadah. Tsaqif dikenal rajin melaksanakan salat Subuh berjemaah di masjid kawasan Sawitan, Magelang. Kebiasaan tersebut mendapat perhatian positif dari Ustaz Riza Perdana Kusuma, S.Pd.I., Al-Hafidz, selaku imam masjid yang mengenal kesehariannya. Menurut beliau, Tsaqif memiliki semangat beribadah yang baik, didukung oleh peran ayah yang telaten membimbingnya dalam menjalankan ibadah dan mengaji. “Mas Tsaqif sangat rajin salat berjemaah Subuh di MAJT. Ayahnya juga telaten membiasakan untuk berjemaah dan mengaji,” ungkap beliau. Kebiasaan beribadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang senantiasa ditanamkan dalam keseharian Tsaqif.

 

Bagi keluarga Tsaqif, prestasi yang diraih bukan semata-mata hasil latihan dan kerja keras, melainkan juga anugerah serta pertolongan dari Allah Swt. Sang bunda mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan putranya yang sebelumnya meraih juara I di tingkat Kecamatan Mungkid, kemudian kembali meraih juara I di tingkat Kabupaten Magelang. “Alhamdulillah, Mas Tsaqif berhasil mendapatkan juara I. Semua ini merupakan keterlibatan antara 1% ikhtiar dan 99% campur tangan Allah,” tutur sang bunda. Ungkapan tersebut mencerminkan keyakinan keluarga bahwa setiap usaha perlu disertai doa, tawakal, dan rasa syukur atas anugerah yang diberikan oleh Allah Swt.

 

Dukungan untuk Tsaqif tidak hanya datang dari keluarga dan guru, tetapi juga dari teman-teman sekelasnya. Sang bunda menuturkan bahwa ketika teman-teman Tsaqif mengikuti pembelajaran mengaji, mereka turut mendoakan agar Tsaqif diberikan kelancaran dan mampu meraih juara I. Ketulusan doa tersebut menjadi gambaran indah tentang persahabatan dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Dukungan juga datang dari para ustaz dan ustazah yang senantiasa memberikan semangat serta memanjatkan doa melalui kegiatan mujahadah di sekolah. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa lingkungan yang saling mendukung dapat menjadi sumber kekuatan bagi seorang anak dalam menjalani proses perjuangan.

 

Keberhasilan Tsaqif menjadi gambaran bahwa prestasi membanggakan tumbuh melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Ketekunan peserta didik, kesabaran guru dalam membimbing, dukungan keluarga, doa teman-teman, serta pembiasaan nilai-nilai keislaman menjadi rangkaian yang saling menguatkan. Di balik sebuah piala, terdapat latihan yang dilakukan berulang kali, kesalahan yang diperbaiki, air mata yang mengiringi perjuangan, dan doa yang senantiasa dipanjatkan. Semua itu menjadi pelajaran berharga bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan juga tentang karakter dan sikap yang terbentuk selama perjalanan.

 

Kisah Tsaqif diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik SD ITQ As-Syafi’iyah untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Setiap anak memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan meraih prestasi melalui usaha yang sungguh-sungguh, bimbingan yang tepat, serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. Orang tua Tsaqif pun berharap agar pencapaian ini tidak semata-mata mendorong putranya untuk mengejar kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga memotivasinya untuk mengamalkan nilai-nilai dan praktik keislaman yang telah dipelajari, khususnya tata cara wudu dan salat. Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi sejati tidak hanya tercermin dari piala yang diraih, tetapi juga dari ilmu yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Tsaqif untuk terus mencintai ibadah, memperdalam ilmu agama, dan mengukir prestasi yang membawa manfaat. Sebab, ketika ikhtiar disertai doa dan tawakal, setiap proses dapat menjadi jalan pembelajaran yang penuh makna.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait