IMG-20260822-WA0176-1
Dari Aksara Pagi hingga Karya Siswa: Bupati Magelang Apresiasi Gerakan Literasi SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah

Dari Aksara Pagi hingga Karya Siswa: Bupati Magelang Apresiasi Gerakan Literasi SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah

 

Mungkid, 22 Agustus 2026 — Gerakan literasi SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah mendapat perhatian istimewa dalam gelaran Semarak Gemilang 2026. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, berkesempatan mengunjungi stan pameran literasi sekolah di Lapangan Soepardi, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Tim Literasi dan Duta Baca untuk memperkenalkan berbagai program serta karya literasi yang dikembangkan di sekolah.

 

Semarak Gemilang 2026 berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari pertunjukan seni tari, pengumuman pemenang lomba Borobudur Techno Festival, hingga stan kuliner dan pameran. Dalam kegiatan tersebut, SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah turut berpartisipasi melalui stan pameran literasi sekolah.

 

Tim Literasi bersama Duta Baca menyambut kedatangan Bupati Magelang dengan mengenakan pakaian adat Jawa dan kebaya, lengkap dengan selempang Duta Baca. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperkenalkan identitas sekaligus semangat literasi yang dikembangkan di lingkungan SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah.

 

Dalam kunjungannya, Bupati Magelang disambut hangat oleh Tim Literasi dan Duta Baca. Tim Literasi memperkenalkan buku program literasi sekolah yang dikemas dalam bentuk majalah. Selain itu, Duta Baca turut menjelaskan berbagai kegiatan literasi yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah.

 

“Di SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah, kami memiliki beberapa program literasi yang dilaksanakan secara harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Salah satu program harian kami adalah Aksara Pagi, yaitu kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai,” jelas Tim Literasi.

 

Program Aksara Pagi kemudian menarik perhatian Bupati Magelang. Beliau menggali lebih jauh mengenai tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut dan bagaimana pembiasaan membaca sebelum pembelajaran dapat memberikan dampak bagi siswa.

 

“Aksara Pagi dilaksanakan karena kami percaya bahwa pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten setiap hari akan memberikan dampak yang baik di masa mendatang. Melalui kegiatan membaca sebelum pembelajaran, kami berharap dapat menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas pengetahuan siswa,” tambah Tim Literasi.

 

Tidak hanya memperkenalkan kegiatan membaca, Tim Literasi juga menunjukkan berbagai karya yang lahir dari program literasi sekolah. Berbagai program tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Bupati Magelang. Beliau berharap praktik baik yang telah dilaksanakan di SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan budaya literasi di lingkungan masing-masing.

 

Bupati Magelang juga mendorong sekolah untuk terus mengembangkan berbagai produk literasi, seperti majalah sekolah, buku antologi, dan karya-karya lainnya. Hal tersebut menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya membangun kebiasaan membaca, tetapi juga mendorong siswa untuk berkarya.

 

Kunjungan Bupati Magelang ke stan SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Perbincangan yang diselingi canda dan motivasi menciptakan pengalaman yang berkesan bagi anggota Tim Literasi dan Duta Baca. Sebagai kenang-kenangan, Tim Literasi menyerahkan buku program literasi sekolah kepada Bupati Magelang.

 

Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh Bupati Magelang, kepala sekolah, anggota Tim Literasi, dan Duta Baca SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah.

 

Bagi Tim Literasi dan Duta Baca, kunjungan tersebut bukan sekadar sebuah kunjungan ke stan pameran. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus menumbuhkan budaya literasi dan menghasilkan karya-karya bermakna di lingkungan sekolah.

 

“Kedatangan Bapak Bupati di stan kami terasa sangat istimewa. Apa yang selama ini kami harapkan dapat terwujud pada kesempatan ini. Kebahagiaannya seperti mendapatkan hadiah yang sangat kami nantikan,” ungkap Ustazah Nurul, Kepala SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah.

 

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh Tim Literasi dan Duta Baca. Dari sebuah stan pameran, terjalin sebuah perjumpaan yang memberikan semangat baru untuk terus membaca, berkarya, dan menginspirasi melalui literasi.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait