WhatsApp-Image-2026-08-13-at-7.32.12-PM-1
Cerita yang Menghidupkan Pagi: Memantik Ketertarikan Literasi Anak Kelas Satu

SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Mendut

Pagi di ruang kelas satu SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Mendut tidak selalu dimulai dengan deretan huruf dan angka di papan tulis. Ada kalanya, pagi justru dibuka dengan sebuah cerita.

Dengan buku cerita di tangan, guru mengajak anak-anak menyelami dunia yang penuh warna melalui gambar, tokoh, dan kisah sederhana. Mata yang penuh rasa ingin tahu, senyum yang muncul spontan, serta tangan-tangan kecil yang antusias menjadi bagian dari suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.

## Membaca Bukan Sekadar Mengeja

Bagi anak kelas satu, kemampuan literasi tidak hanya tentang mampu membaca kata demi kata. Lebih dari itu, literasi merupakan pintu untuk mengenal dunia, memahami pesan, berkomunikasi, dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

Melalui kegiatan membaca bersama, anak-anak diberikan kesempatan untuk mendengarkan cerita, mengamati gambar, mengenali kosakata baru, serta menyampaikan pendapat sederhana tentang apa yang mereka dengarkan.

Sebuah cerita yang sederhana dapat menjadi awal dari banyak pertanyaan.

“Siapa tokohnya?”
“Menurutmu, apa yang akan terjadi selanjutnya?”
“Bagaimana perasaan tokoh dalam cerita?”

Pertanyaan-pertanyaan kecil seperti itu membantu anak belajar berpikir, berbicara, menyimak, dan memahami isi bacaan dengan cara yang alami.

## Guru Menghidupkan Cerita, Anak Menemukan Makna

Di usia kelas satu, pengalaman belajar yang menyenangkan sangat penting. Ketika guru membacakan cerita dengan ekspresi, intonasi, dan bahasa yang menarik, buku tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang harus dibaca karena kewajiban.

Buku berubah menjadi sesuatu yang ingin mereka kenali.

Inilah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap literasi sejak dini. Guru tidak hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga menghadirkan pengalaman bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.

Di dalam kelas, anak-anak belajar bahwa sebuah buku dapat membawa mereka ke tempat yang berbeda, mengenalkan tokoh-tokoh baru, menghadirkan pengalaman, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kehidupan.

## Menumbuhkan Budaya Literasi Sejak Kelas Satu

SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Mendut terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan dunia anak. Kegiatan literasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar yang positif.

Membaca bersama dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun budaya literasi di sekolah. Dari satu cerita, anak belajar menyimak. Dari satu gambar, anak belajar mengamati. Dari satu pertanyaan, anak belajar berpikir. Dan dari satu buku, anak mulai mengenal bahwa belajar dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten inilah yang diharapkan dapat tumbuh menjadi kecintaan terhadap membaca.

## Karena Setiap Cerita Memiliki Awal

Mungkin hari ini seorang anak kelas satu hanya tertarik pada gambar berwarna-warni dalam sebuah buku.

Mungkin ia belum mampu membaca seluruh kalimat dengan lancar.

Namun, ketika ia mulai penasaran, bertanya, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan ingin membuka halaman berikutnya, di situlah sebuah perjalanan literasi sedang dimulai.

Sebab, setiap anak memiliki cerita untuk tumbuh, dan setiap cerita dapat menjadi awal untuk menumbuhkan rasa ingin tahu.

Melalui kegiatan membaca bersama, SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Mendut ingin terus menghadirkan ruang belajar yang hangat, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak.

Membaca bersama, tumbuh bersama.
Menanam kecintaan pada buku hari ini, untuk menumbuhkan generasi pembelajar di masa depan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait