“Membaca dengan hati, menulis dengan teliti, berkarya dengan teknologi.”
Literasi bukan hanya tentang membaca buku. Literasi juga merupakan kemampuan untuk memahami, menulis, mengolah informasi, dan menuangkan pengetahuan menjadi sebuah karya yang bermakna. Semangat inilah yang sedang dibangun oleh Ananda Raisha Rania Rachman dalam persiapannya mengikuti Lomba MAPSI Cabang TIK Islami.
Hari ini, Ananda Raisha Rania Rachman dengan penuh semangat mengikuti latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan. Dalam cabang TIK Islami, ananda tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi, tetapi juga belajar membaca, menulis, memahami, dan menyampaikan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Pada perlombaan ini, ananda akan membuat karya berdasarkan Surah Al-Insyirah. Karya yang akan dihasilkan berupa poster digital dan PowerPoint animasi yang memuat Surah Al-Insyirah ayat 1–8 beserta artinya, dikemas secara kreatif, menarik, dan interaktif sebagai bentuk pengembangan literasi Al-Qur’an sekaligus literasi digital.
Melalui kegiatan ini, ananda belajar bahwa literasi dapat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Membaca ayat Al-Qur’an menjadi langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan memahami maknanya, menuliskannya dengan tepat, dan mengubahnya menjadi sebuah karya digital.
Proses tersebut melatih berbagai keterampilan penting, seperti ketelitian dalam menulis, kemampuan memahami informasi, kreativitas, komunikasi, serta keterampilan menggunakan teknologi. Lebih dari sekadar persiapan lomba, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi ananda untuk belajar bahwa teknologi dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dari membaca, tumbuh pemahaman. Dari menulis, lahir ketelitian. Dari memahami, tumbuh kreativitas. Dengan teknologi, kebaikan dapat disampaikan dalam bentuk karya yang menarik dan bermakna.
Semoga proses latihan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi Ananda Raisha Rania Rachman, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kemampuan literasi dan teknologi.
“Literasi Qur’ani dalam genggaman teknologi, menghadirkan karya yang bermakna.”
