Dalam amanat pembina upacara, Ustadzah Mila Mudianawati, S.Pd. menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh siswa melalui filosofi sederhana sebuah payung. Benda yang biasa digunakan untuk melindungi diri dari hujan dan panas ini ternyata menyimpan pelajaran berharga tentang kehidupan.
Beliau menjelaskan bahwa payung tidak dapat menghentikan hujan ataupun menghilangkan panas, tetapi mampu membantu kita tetap berjalan dengan nyaman. Begitu pula dalam kehidupan, setiap anak pasti menghadapi tantangan, seperti tugas yang terasa sulit, pelajaran yang belum dipahami, atau rasa malas saat belajar. Namun, semua itu dapat dihadapi dengan bekal sikap dan kebiasaan yang baik.
Payung dalam kehidupan dapat diibaratkan sebagai disiplin, semangat belajar, sikap saling membantu, doa kepada Allah Swt., serta nasihat orang tua dan bimbingan guru. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi berbagai tantangan dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Ustadzah Mila juga mengajak siswa untuk menyesuaikan langkah belajar dengan tahap perkembangannya. Siswa kelas I dan II diharapkan berani mencoba hal baru dan belajar mandiri. Siswa kelas III dan IV diajak membangun tanggung jawab serta kebiasaan belajar yang baik. Sementara itu, siswa kelas V dan VI diharapkan semakin bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan masa depan dan menjadi teladan bagi adik-adiknya.
Di akhir amanat, beliau mengingatkan bahwa payung akan bermanfaat ketika dibuka. Demikian pula ilmu dan nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Melalui amanat ini, seluruh siswa diajak untuk senantiasa membuka “payung kebaikan” dengan membiasakan diri bersikap disiplin, bersemangat dalam belajar, saling menghormati, dan saling membantu.
Semoga pesan sederhana ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan senantiasa berusaha melakukan kebaikan dalam setiap langkah kehidupannya.