WhatsApp-Image-2026-07-29-at-18.49.49-1
Belajar Adab Bertamu melalui Aksara Pagi

Tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai. Bersamaan dengan itu, kegiatan Aksara Pagi kembali dilaksanakan di SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah. Program ini merupakan pembiasaan positif yang dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dan diikuti oleh seluruh peserta didik, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menumbuhkan budaya membaca sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis sejak dini.

Kegiatan Aksara Pagi juga telah diterapkan di kelas 1. Meskipun masih memasuki pekan pertama pembelajaran, para ustadzah mulai membiasakan peserta didik mengikuti kegiatan literasi pagi. Berbeda dengan kelas-kelas yang lebih tinggi, di kelas 1 Al Fajr kegiatan literasi dilakukan dengan metode membacakan nyaring (read aloud) . Ustadzah membacakan sebuah cerita, sedangkan anak-anak menyimak dengan penuh perhatian.

Pada kesempatan tersebut, peserta didik mendengarkan cerita berjudul “Seri Sunah yang Terlupakan: Bertamu seperti Rasulullah SAW.” Buku tersebut mengisahkan kakak beradik bernama Aqilah dan Khalid yang belajar tentang adab bertamu. Di dalam cerita juga disisipkan sunah Rasulullah SAW, ayat Al-Qur’an, serta hadis yang berkaitan dengan adab bertamu. Melalui cerita tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman literasi, tetapi juga belajar meneladani akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah kegiatan membaca selesai, ustadzah mengajak peserta didik berdiskusi melalui beberapa pertanyaan sederhana tentang isi cerita. Anak-anak kelas 1 Al Fajr tampak antusias menjawab setiap pertanyaan. Mereka saling mengangkat tangan dan berlomba memberikan jawaban yang tepat. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan membaca nyaring tidak hanya melatih kemampuan menyimak, tetapi juga membantu meningkatkan pemahaman, keberanian mengemukakan pendapat, serta daya ingat peserta didik.

Semoga pembiasaan Aksara Pagi dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kecintaan terhadap membaca. Dari kebiasaan sederhana inilah diharapkan lahir generasi yang gemar belajar, berkarakter mulia, serta mampu berpikir kritis, kreatif, dan mencintai nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait