IMG-20260822-WA0187-1
Antusiasme 645 Pengunjung Meriahkan Ruang Literasi As-Syafi’iyah di Semarak Gemilang 2026

Raih Juara 3 Catur, Siswa SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah Ukir Prestasi di Borobudur Techno Festival 2026

 

Magelang, 21 Agustus 2026 — Ajang Borobudur Techno Festival (BTF) 2026 kembali hadir sebagai wadah kompetisi yang memadukan teknologi, budaya, kreativitas, dan kolaborasi bagi peserta didik di Kabupaten Magelang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang tersebut mencapai puncaknya pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Lapangan drh. Soepardi, Kabupaten Magelang.

 

Pada cabang lomba catur tingkat SD/MI se-Kabupaten Magelang, persaingan diikuti oleh 70 peserta dari berbagai sekolah. Setelah melalui babak awal, peserta dengan perolehan poin tertinggi berhasil melaju ke 16 besar. Dari babak tersebut, persaingan kembali berlanjut hingga akhirnya ditentukan enam nominator dengan perolehan poin terbaik yang berhak mengikuti babak final pada puncak BTF 2026.

 

Salah satu peserta didik SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah, Muhammad Dimas Abdurrahim, berhasil menunjukkan performa yang konsisten sepanjang rangkaian pertandingan. Dimas mampu masuk ke dalam enam nominator dengan perolehan poin teratas dan berhak melanjutkan perjuangannya ke babak final bersama peserta terbaik lainnya.

 

Pada acara puncak BTF 2026, keenam nominator cabang lomba catur mengikuti pertandingan secara tatap muka di Lapangan drh. Soepardi. Dalam pertandingan yang berlangsung penuh konsentrasi dan sportivitas, Dimas mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Juara III Lomba Catur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Magelang.

 

Prestasi yang diraih Dimas menjadi kebanggaan tersendiri bagi SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah. Dari 70 peserta yang mengikuti kompetisi, keberhasilan Dimas menembus enam besar hingga akhirnya meraih posisi ketiga menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui berbagai ajang kompetisi di luar sekolah.

 

Di balik pencapaian tersebut terdapat proses panjang yang tidak terlepas dari ketekunan Dimas dalam belajar dan berlatih. Dukungan serta pendampingan orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sinergi antara kesungguhan peserta didik, dukungan keluarga, dan lingkungan pendidikan menjadi bekal yang menguatkan langkah Dimas hingga mampu meraih prestasi di tingkat Kabupaten Magelang.

 

Bagi sekolah, capaian ini bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan juga menjadi motivasi untuk terus memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengenali dan mengembangkan bakat serta minatnya. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Melalui kesempatan untuk berlatih, berkompetisi, dan mencoba berbagai pengalaman baru, potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

 

Prestasi Muhammad Dimas Abdurrahim di Borobudur Techno Festival 2026 menjadi bukti bahwa ketekunan, keberanian untuk berkompetisi, dan dukungan dari berbagai pihak dapat membawa peserta didik melangkah lebih jauh. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi Dimas untuk terus belajar dan berkembang, sekaligus memotivasi seluruh peserta didik SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah untuk berani mengembangkan potensi, berkarya, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait